inilah pesona kemeriahan para kaula muda  magelangan… tua, muda-mudi, anak-anak berkumpul menanti sore hari di lapangan olah raga drh. Soepardhi kota Mungkit.

Hari ini aku datang dengan mambawa salam kepada kaula muda magelangan untuk memberikan kreatifitasnya untuk mengenalkan magelang ke pelosok negeri ini. Kembali lagi aku mengingat akan program yang aku ungul-ungulkan n eluh-eluhkan agar bisa dikenal di warga magelang… eth,, yaitu”Magelang The History Of Java”..

yah..itulah salah satu program yang aku buat untuk mengenalkan magelang kota kelahiran ku ini… jika aku melihat geliat anak muda yang berekspresi di sekitar sini mungkin program ini selayaknya bisa untuk berkembang pesat, namun realita yang ku hadapi untuk memberikan program n harapan itu perlu banyak dana yang dikeluarkan….. memang pusat berkumpulnya muda-mudi di kabupaten magelang ini sangat kalah uforianya jika dibandingkan dengan muda-mudi di kota magelang…..tanah yang merupakan serumpun dalam lingkup daerah Magelang…namun itu tidak menyirutkan kaula muda tentunya…kabupaten magelang memiliki banyak temnat-tempat n peradaban yang menarik untuk di jual….coba tengok saja ke arah selatan…disitu kita kan melihat candi mendut yang jelas terlihat ketika kita melintasi jalan menuju ke jogja, ke sebelah barat daya kita akan menemui warisan peradaban dunia yang konon katanyanya sudah tidak masuk 7 keajaiban dunia..yaitu candi borobudur…megahnya candi itu tersusun indah dengan background gunung menoreh di belakangnya….gunung yang memiliki legenda terkenal itu nampak indah jika dilihat pada sore hari…sinar matahari memancar dari atas candi dan menyorot ke gunung itu…tidak hanya itu saja pesona candi pawon yang tergolong candi kecil juga sangat memiliki arti sejarah bagi munculnya kota ini….

magelang-magelang dimanakah kau ku sayang..

kini kota ku ini menjadi saksi disaat ku kecil

panorama menawan kau sajikan di kota ini

keramahan para warganya pun menyambut hangat ketika ku kembali pulang

ingin rasanya ku tinggal lama di sini

lahir n mati ku aku ingin menjadi sejarah di kota ini

greet of Magelang

the beautiful place on here

don’t go after live

n get memorry in wonderfuul place

Kami  datang untuk menginspirasi anda

Temukan jawaban ide mu pada kami

Go…. JOIN WITH US

MUNAFIK

Posted: Juli 6, 2010 in Uncategorized

Aku muak dengan semua ini

Aku ingin segera  mengakhiri ketidak pastian ini

Aku pun ingin menghilang dari keadaan munafik ini

Dan aku tak mau lagi membikin malu diriku sendiri


Namun, kenyatakan ini tak berdaya tuk meluapkan

Kekecewaan, kemarahan, konflik, dan

pergulatan batin yang menyiksa jiwa ku ini

Semua mengatakan sabar..sabar..dan sabar

Aku harus mengalahkannya

Tapi, dalam batin ku mengatakan

Mengapa yang ku nantikan tak kunjung sadar

akan kemunafikan dirinya



lama..lama dan telah lama

aku tak menatap wajahmu

kangen…kangen dan terlena

aku tak mencium bau wangi mu

ketika kau datang

dan ketika aku menunggu mu

maka semua itu talah fajar kembali

dengan pancaran harapan cinta mu

adakah kemungkinan itu kembali??

dan apakah akau masih patut tuk memiliki??

akankah semua itu diterima dengan hati???

meski ku talah lama membiarkan serpihan itu tersapu badai di sore hari

oh..Tuhan

jangan jadikan kedatangannya melenakan hati ku

sebelum benar2 hati ini menerimanya kembali

namun, rasa ini pun tidak akan bohong tuk merajut lagi

dan apa kata kalian ….

wahai embun2 dalam hati

adakah kemungkinan kembali…???

SELAMAT DATANG PEJUANG PENA

Posted: Juni 19, 2010 in Uncategorized

Hempasan angin malam
Iringi dinginnya perbincangan
Luapan lelah keluar dari selah yang berbisa
Langkah tegap menuju impian
Lambaian masa depan menyapa ku kawan
Demi pena yang berjuang
Di atas pergulatan ketidak adilan
Kibarkan panji keadilan itu kawan
Demi hilangnya kemunafikan yang bergelora
Hari ini langkah impian mu
Demi tegaknya keadilan itu
Hari ini kau yang punya
Tuk menjadi pena yang haus tinta keadilan*

Karang Anyar, 13 Maret 2008*
Disampaiakan pada diklatsar jurnalistik II

Pencarian Kebenaran Hidup

Posted: Juni 19, 2010 in Uncategorized

Derai dingin selimuti malam
Rasa sepi sunyikan jiwa
Tak terasa dosa ini begitu banyak
Tapi diri tak merasa
Wahai sang penerang malam
Dimana harus ku cari kebenaran itu
Kini diriku di ranjang mimpi
Mencari akan kebenaran hidup
Daku tak mau esok fajar
Sang surya tak menyapa ku

pemilu legislatif telah berlangsung, maka hasilnya pun bisa diketahui. Dari beberapa hasil quick count lembaga survey, Partai Demokrat menempati pringkat teratas. Para petinggi PD pun merasa optimistis akan memenangkan pemilu kali ini. oleh karena itu, SBY yang merupakan pembina partai pun optimistis untuk melanjutkan kinerjanya selama ini sebagai presiden RI. Dengan perolehan suara yang meningkat dari pemilu tahun kemarin, tidak lah mustahil jika PD sangat berani untuk mengusung calon presidennya. PD membuka lebar siapa saja partai yang mau berkoalisi dengannya. Untuk membangun koalisi yang solid PD pun akan menggunakan kontrak politik. Mengingat koalisi yang selama ini diusung PD dengan Golkar hanya sebatas gebyar di awal pemerintahan saja dan ujung-ujungnya koalisi tersebut tidaklah berjalan apa yang diinginkan. Kepentingan golongan dan partai pun yang mengganjal koalisi yang digadang-gadang sebagai koalisi terkuat pada pemilu 2004 lalu itu pun pada terakhir ini semakin pudar. Melihat dari itu perpecahan koalisi semakin nampak, dimana para petinggi partai baik itu PD dan Golkar menginginkan untuk mencalonkan utusannya untuk menjadi capres yaitu SBY dan JK. Jika kita mengamati hasil survey yang telah dilakukan beberapa lembaga survey yang menyebutkan SBY lah yang saat ini teratas dalam pilihannya untuk melanjutkan pemerintahannya. Popularitas dan citra SBY lah yang membawa dia berada di atas pilihan rakyatnya. Melihat hasil penghitungan pemiliu, PD yang sekarang ini mengelembung hasil suaranya dan bisa menggeser kekuasaan partai-partai terdahulu yang sangat superior menjadikan PD sebagai sebuah prestasi yang membanggakan. Dengan SBY yang diusungnya untuk menjadi Presiden RI 09-14 mendatang dirasa perolehan suara sekarang ini sudah cukup untuk melengangkan jalan menuju kursi RI 1.